IDENTITY AND LOCAL RELIGIOUS TRADITION OF THE AL-MANDARI COMMUNITY: A STUDY OF TAREKAT THE ANNANGGURU SAYYE’ DAENGNA MA’RUFI  AL-MANDARI

Penulis

  • Muhammad Ikhsan Saidung Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta image/svg+xml
  • Riza Muhammad Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta image/svg+xml
  • Fakhrina Salsabila Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.31330/penamas.v38i2.1008

Kata Kunci:

Khalwatiyah, Annangguru Ma’rufi, pendidikan sufistik, Mandar, tarekat

Abstrak

Pengembangan suatu ajaran agama seringkali menjadi identitas masyarakat tertentu menjadi ciri khas yang menggabungkan ajaran agama dengan budaya lokal pada suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengungkap sistem pendidikan berbasis agama Islam melalui konsep dan pengembangan ajaran sufistik dalam Tarekat Khalwatiyah yang dikembangkan oleh seorang tokoh yang bernama Annangguru Sayye’ Daengna Ma’rufi al-Mandari di Mandar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, studi kepustakaan dan analisis historis terhadap teks dan tradisi lisan tarekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Annangguru berpijak pada jaringan Khalwatiyah Yusuf dan mengalami adaptasi kultural dengan tradisi Mandar. Sistem Pendidikan yang dikembangkannya dibangun secara hierarkis melalui tiga tingkatan murid, antara lain: ana’guru malolo, ana’guru tangnga, dan ana’guru matoa, dengan fokus pada pengajaran dzikir, akhlak, dan kesadaran spiritual. Model pendidikan ini tidak hanya membentuk dimensi batin seorang murid, tetapi juga berimplikasi pada pembinaan moral dan sosial masyarakat. Tarekat ini diharapkan dapat menjadi contoh pendidikan sufistik berbasis lokal yang mengintegrasikan aspek spiritual, kultural, dan sosial secara harmonis.

 

Referensi

Abdurahman Wahid. (2007). Islam Kosmopolitan. Wahid Institute.

Abū Bakar Syaṭā al-Dimyāṭī. (1995). Kifāyāt al-Atqiyā’ wa Minhāj al-Aṣfiyā’ (1st ed., Vol. 1). Haramain.

Alhidayat, W. (2024). Peran K.H. Muhammad Tahir (Imam Lapeo) dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Tasawuf pada Masyarakat Mandar. STAIN Majene.

Ana’guru Agus. (2024). Pembelajaran Ana’guru Tangnga [Personal].

Ana’guru Ahmad. (2024a). Bentuk Pembelajaran Ana’guru Malolo [Personal].

Ana’guru Ahmad. (2024b). Pengajian Tasawuf di Ba’ba Pammulangang [Personal].

Ana’guru Isa. (2024). Materi pembelajaran Tasawuf [Personal].

Ana’guru Jamaluddin. (2024). Materi Pembelajaran Tasawuf [Personal].

Ana’guru Mulis. (2024). Konsep Pembelajaran Takhalli [Personal].

Ana’guru Mulyadi & Imam Masjid Bulubawang. (2024). Ana’guru Tangnga [Personal].

Ana’guru Muslim. (2024). Model Pembelajaran Akhlaki [Personal].

Ana’guru Nyambang. (2024). Proses pengajian Tasawuf di Ba’ba Paccappurang [Personal].

Ana’guru Sammaniyah. (2024). Materi Pembelajaran Tasawuf [Personal].

Ana’guru Sarkiyah. (2024). Model Pembelajaran Tasawuf [Personal].

Anam, A. K. (2016). Jejak Clifford Geertz di Indonesia: Mengoreksi Trikotomi Santri, Abangan, dan Priyayi. Mozaic : Islam Nusantara, 2(2), 1–14. https://doi.org/10.47776/mozaic.v2i2.80

Anangguru Nurdin. (2024). Annangguru Tangnga [Personal].

Annangguru Nurdin. (2024). Tentang Biografi Annangguru Sayye’ Daenna Ma’rufi [Personal].

Annangguru Rajab. (2024, Mei). Diskusi Kampung Tradisi Sicucucrita [Lisan].

Annangguru Said. (2024a). Mengenal Biografi Annangguru Sayye’ Daenna Ma’rufi [Personal].

Annangguru Said. (2024b). Persoalan Tarekat Annangguru Sayye’ Daenna Ma’rufi [Personal].

Annangguru Sayye. (1964). Kitab Tassopu [Hardbook Manuscript].

Annangguru Sayye’ Daenna Ma’rufi. (1970). Kitab Tarekat Khalwatiyah [Cetak].

Annanguru Rajab. (2024, Mei). Ba’ba Paccappurang dalam Pandangan Passompa Nairosompa Iyamoto [Lisan].

Anto, R. P., Nur, N., Yusriani, Y., Ardah, F. K., Ayu, J. D., Nurmahdi, A., Apriyeni, B. A. R., Purwanti, P., Adrianingsih, N. Y., & Putra, M. F. P. (2024). Metode penelitian kualitatif: Teori dan penerapannya (1st ed., Vol. 1). Tahta Media Grup. http://tahtamedia.co.id/index.php/issj/article/view/581

Bustan Basir Maras. (2024). Asal Kata Annangguru di Mandar [Personal].

Bustan Basir Maras. (2024, Mei). Sejarah Kerajaan Mandar [Lisan].

Daulay, H. P., Dahlan, Z., & Lubis, C. A. (2021). Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Pandaw: Jurnal Pendidikan dan Dakwah, 3(3).

Djumat, I. (2025). Globalisasi dan Tantangan Identitas: Relevansi Tradisi Lokal dalam Respon Keagamaan. JUTEQ: Jurnal Teologi & Tafsir, 2(8).

Dwi Estuningtyas, R. (2018). Tarekat Khalwatiyah dan Perkembangannya di Indonesia. The International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization, 1(01), 1–17. https://doi.org/10.51925/inc.v1i01.2

Fatmawati, N. I. (2020). Pierre Bourdieu dan Konsep Dasar Kekerasan Simbolik. Madani Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, 12(1), 41–60. https://doi.org/10.52166/madani.v12i1.1899

Firmansyah, D. & Dede. (2022). Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi Penelitian: Literature Review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH), 1(2), 85–114. https://doi.org/10.55927/jiph.v1i2.937

Hamdani, Idris Masudi, & A. Muhtarom. (2023). Islam Maritim dan Kultur Penjelajah Laut Masyarakat Nusantara. Islam Nusantara, 4(1).

Haryatmoko. (2016). Membongkar Rezim Kepastian: Pemikiran Kritis Post-Strukturalis (1st ed.). Kanisius.

Idham Hamid. (2017). Tradisi Ma’baca Yasin di Makan Annangguru Maddappungan Santri Pon-Pes Salafiyah Parappe Kec. Campalagian Kab. Mandar. UIN Alaudin.

L., I., & Ridhwan, R. (2020). Islam dan Kearifan Lokal: Belajar dari Kearifan Tradisi Melaut Suku Mandar. Didaktika : Jurnal Kependidikan, 14(1), 79–98. https://doi.org/10.30863/didaktika.v14i1.780

Mohammed Arkoun. (1996). Rethinking Islam (Robert D. Lee, Ed.; Yudian W. Asmin/Lathiful, Trans.; 1st ed.). Pustaka Pelajar.

Muḥammad Amīn al-Kurdī. (1995). Tanwīr al-Qulūb (1st ed., Vol. 1). Dār al-Kutub al-Ilahiyah.

Niam, M. F., Rumahlewang, E., Umiyati, H., Dewi, N. P. S., Atiningsih, S., Haryati, T., Magfiroh, I. S., Anggraini, R. I., Mamengko, R. P., & Fathin, S. (2024). Metode penelitian kualitatif (1st ed., Vol. 1). Widina. https://repository.penerbitwidina.com/id/publications/567869/metode-penelitian-kualitatif

Raco, J. (2010). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik dan keunggulannya (Vol. 1). PT Gransindo. https://osf.io/preprints/mfzuj

Rauf, A. (2022). Sejarah Masuk dan Berkembangnya Tarekat Qadiriah wa Naqsabandiyyah di Sulawsi Barat. 3(1).

Riyadi, A. (2014). Tarekat sebagai Organisasi Tasawuf (Melacak Peran Tarekat Dalam Perkembangan Dakwah Islamiyah). At-Taqaddum, 359–385. https://doi.org/10.21580/at.v6i2.716

Satrio Arismunandar. (2009). Pierre Bourdieu dan Pemikirannya tentang Habitus, Doxa dan Kekerasan Simbolik. Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, 1(1).

Sunarti, S. (2017). Kosmologi Laut dalam Tradisi Lisan Orang Mandar di Sulawesi Barat. Aksara, 29(1), 33. https://doi.org/10.29255/aksara.v29i1.99.33-48

Van Bruinessen, M. (1991). The Tariqa Khalwatiyya in South Celebes. In D. Teljeur, H. A. Poeze, & J. W. Schoorl (Eds.), Excursies in Celebes (pp. 251–269). BRILL. https://doi.org/10.1163/9789004454224_016

Vitera, D. N. (2019). Tarekat Khalwatiyah Samman di Indonesia [E-catalog]. Ilmu Pengetahuan Budaya Arab, Universitas Indonesia.

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

IDENTITY AND LOCAL RELIGIOUS TRADITION OF THE AL-MANDARI COMMUNITY: A STUDY OF TAREKAT THE ANNANGGURU SAYYE’ DAENGNA MA’RUFI  AL-MANDARI. (2025). Penamas, 38(2), 220-234. https://doi.org/10.31330/penamas.v38i2.1008