IMPLEMENTASI WISATA HALAL DI NUSA TENGGARA TIMUR: PERSPEKTIF PENDIDIKAN KRISTEN
DOI:
https://doi.org/10.31330/penamas.v36i2.700Kata Kunci:
Wisata Halal, penolakan, sosiologis, pendidikan KristenAbstrak
Rencana pengembangan wisata halal di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat penolakan dari masyarakat dan pemerintah daerah secara langsung karena dianggap bertentangan dengan budaya wilayah setempat. Padahal, Wakil Presiden Republik Indonesia menyatakan bahwa konsep wisata halal di Indonesia dilakukan untuk menyediakan makanan halal, tempat ibadah memadai, dan fasilitas halal lainnya. Wisata halal di Indonesia diartikan sebagai penyediaan fasilitas pelayanan halal yang ramah bagi wisatawan atau pariwisata ramah muslim. Penolakan pengembangan wisata halal di NTT menginspirasi untuk dilakukannya kajian yang bertujuan untuk mengetahui pendapat pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap wisata halal di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif yang datanya dianalisis dengan menggunakan metoda social feeling dan Pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat upaya dalam memaksimalkan potensi wisata halal di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pertama, perasaan sosial dapat dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan dalam menikmati atraksi wisata lokal. Kedua, pendidikan Kristiani yang mencakup transformasi sosial berdasarkan perintah Tuhan dan prinsip cinta kepada Tuhan dalam menerima orang lain. Hal ini menekankan penerimaan terhadap makhluk Tuhan dan memperlakukan mereka dengan adil.
Referensi
Adinugraha, H. H., Sartika, M., & Kadarningsih, A. (2018). Desa wisata halal: konsep dan implementasinya di Indonesia. Human Falah, 5(1), 28–48.
Al awad, W. (2018, April 3). Hotel Al Meroz - Bangkok’s First Fully Halal Hotel. Halaltrip.Com.
Andriani, D., Khalikal, K. A., Aqmarina, L., Nurhayati, T., Permanasari, I. K., Binarwan, R., & Murniaty, D.
(2015). Laporan Awal Kajian Pengembangan Wisata Syari’ah. Jakarta: Kementerian Pariwisata RI.
Anwar, K. (2021, December 24). Wisata Halal di Indonesia, Bisnis atau Islamisasi? Jateng.Nu.or.Id.
Battour, M., Salaheldeen, M., & Mady, K. (2022). Halal tourism: exploring innovative marketing opportunities for entrepreneurs. Journal of Islamic Marketing, 13(4), 887–897.
Bere, S. M., & Budi, C. S. (2019, May 4). Pemerintah Provinsi NTT Tolak Wisata Halal, Ini Alasannya... KOMPAS.Com.
Christiani, T. K. (2006). Pendidikan Kristiani untuk Perdamaian. Gema Teologi, 30(2).
CNN, I. (2019, September 4). Edy Rahmayadi Respons Polemik Wisata Halal di Danau Toba. CNN Indonesia.
Dwinanda, R. (2019, May 9). Wakil Ketua DPRD NTT Tolak Pengembangan Wisata Halal. Republika.Co.Id.
Egeham, L. (2019, July 10). Jokowi Minta Penerapan Wisata Halal di Labuan Bajo Tak Dipaksakan. Merdeka.Com.
Florespedia. (2019, May 4). Ini Penjelasan BOP Terkait Konsep Wisata Halal di Manggarai Barat. Kumparan.Com.
Gane, M. (2006). Auguste Comte. Taylor & Francis.
Hutapea, R. H. (2022). Nilai pendidikan Kristiani?? Sterimalah satu akan yang lain? dalam bingkai moderasi beragama. KURIOS (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 8(1), 58–67.
Islamic Tourism Centre. (2019, November 19). Muslim-Friendly Hospitality Services. Itc.Gov.My.
Karoui, S., & Khemakhem, R. (2019). The Islamic consumer and the halal market. International Journal of Islamic Marketing and Branding, 4(1), 45–58.
Kementerian Pariwisata RI, T. K. P. K. dan B. K. P. (2019, April 18). 5 Tahun Kembangkan Pariwisata Halal, Indonesia Akhirnya Raih Peringkat Pertama Wisata Halal Dunia 2019. Kominfo.Go.Id.
Khullar, K. (2019, April 9). Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019: Indonesia and Malaysia Take the Top Positions in the Fast-Growing Muslim Travel Market. Mastercard.Com.
Kusuma, A. I., & Frizona, V. D. (2019, June 26). Ini 3 Kriteria Destinasi Wisata Halal Sesuai Standar Traveler Muslim. Suara.Com.
Mahardika, R. (2020). Strategi Pemasaran Wisata Halal. Mutawasith: Jurnal Hukum Islam, 3(1), 65–86.
Moa, E. (2019, May 6). Gubernur NTT; Wisata Halal Bikin Rusak Pariwisata NTT. Kupang.Tribunnews.Com.
Mohd Nawawi, M. S. A., Abu-Hussin, M. F., Faid, M. S., Pauzi, N., Man, S., & Mohd Sabri, N. (2020). The emergence of halal food industry in non-Muslim countries: a case study of Thailand. Journal of Islamic Marketing, 11(4), 917–931.
Parihala, Y. (2022). Grounding Peace through the Word of God and Bearers of the Word: A Christian-Muslim Comparative Theology. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 7(2), 101–108.
Pratiwi, F., & Alamsyah, I. E. (2016, April 20). GMTI Jadi Acuan Kriteria Wisata Halal. Republika.Co.Id.
Regenstein, J. M. (2020). Kosher and halal: How they affect muslim and jewish dietary practices. Handbook of Eating and Drinking: Interdisciplinary Perspectives, 593–614.
Satriana, E. D., & Faridah, H. D. (2018). Wisata halal: perkembangan, peluang, dan tantangan. Journal of Halal Product and Research (JHPR), 1(02).
Siahaan, H. E. R. (2016). Hikmat Sebagai Implikasi Pendidikan Kristiani: Refleksi 1 Raja-Raja 3: 1-15. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 15–30.
Subarkah, A. R. (2018). Potensi dan prospek wisata halal dalam meningkatkan ekonomi daerah (studi kasus: Nusa Tenggara Barat). Sospol: Jurnal Sosial Politik, 4(2), 49–72.
Yudhistira, A. W. (2019, March 5). Potensi Besar Wisata Halal. Katadata.Co.Id.





