RELIGIOUS TOLERANCE AND CULTURAL HARMONY IN ARAKAN PERAHU TRADITION
DOI:
https://doi.org/10.31330/penamas.v37i1.765Kata Kunci:
Tradition, Maulid Nabi, Arakan Perahu , TangerangAbstrak
Tradisi Arakan Perahu Kampung Kalipasir, Tangerang adalah tradisi yang lama dijalankan. Secara khusus, tradisi ini bertujuan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dipercaya masyarakat memiliki akar sejarah sejak masa Sultan Banten keempat pada tahun 1639. Seiring waktu, tradisi ini berkembang dengan memperkenalkan ikon perahu sebagai simbol penyebaran Islam. Meskipun sempat vakum pada periode pergejolakan politik (1955-1993), namun sejak 1994, tradisi ini bisa kembali dilaksanakan dengan perubahan nama menjadi penambahan ikon perahu dengan nama Safinatunnajah Wassalamah. Dengan demografi kemajemukan yang sudah bertemali lama bermukim di Tangerang, tradisi ini bisa kembali bertahan dan komunikatif sebagai pencerminan wujud toleransi antara umat Islam dan etnis Tionghoa di Kalipasir, dengan umat muslim menghormati kegiatan keagamaan etnis Tionghoa. Masyarakat Kalipasir tetap mempertahankan tradisi sebagai bagian dari peradaban Tangerang, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Tradisi Kalipasir juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat yang masih mempertahankan nilai-nilai pluralis ini. Tradisi ini juga memberi dampak positif sosio-kultural bagi masyarakat Tangerang.
Referensi
Azra, Azyumardi. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-akar Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia (3rd Ed.). Jakarta: Prenada Media.
Bruinessen, Martin van. (1995). Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat; Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.
Daliman. (2012). Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
Getar, Sumangku. (2023, 15 December). Personal interview.
Guillot, Claude, Henri Chambert-Loir. (2007). Ziarah dan Wali di Dunia Islam. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Haryani, Elma. (2020). Masyarakat Cina Benteng Kota Tangerang dan Model Ketahanan Budaya Keagamaan. Jurnal Lektur Keagamaan, Vol. 18, No. 2, (Desember), 403-404.
Kalipasir Menulis: Masjid Jami Kalipasir dalam Sejarah Tangerang. Sebuah Catatan Tradisi Lisan Turun-Temurun.
Kersten, Carool. (2018). Mengislamkan Indonesia: Sejarah Peradaban Islam Nusantara. Tangerang Selatan.
Natasari, Nofia. (2021). Tradisi Panjang Mulud Di Kesultanan Banten Lama Analisis Semiotika Roland Barthes. Jurnal Kajian dakwah dan Kemasyarakatan, Vol.25 No. 1.
Rabani, La Ode. (2010). Kota-Kota Pantai Di Sulawesi Tenggara: Perubahan dan Kelangsungannya. Yogyakarta: Ombak.
Rahendra, Raden Rudi. (2023, 12 December). Personal interview.
Raho, Bernand. (2007). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Ridwan, Iwan, et. al. (2021). Studi Kebantenan Dalam Catatan Sejarah. Banten: Media Edukasi Indonesia.
Ritzer, George. (2018). Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Cet- 13, Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Supriyadi, Dedi. (2019). Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Syarofi, Raufi. (tt). Nyukcruk Galur Mapay Patilasan. Sebuah Catatan Tradisi Lisan Turun-Temurun.
_________. (2023, 10 December). Personal interview.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Penamas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





