SYMBOLIC COMMUNICATION IN THE BETTULAK RITUAL: HARMONY BETWEEN LOCAL BELIEFS AND EPIDEMIC PREVENTION STRATEGIES IN LENDANG ARA VILLAGE
DOI:
https://doi.org/10.31330/penamas.v38i2.950Kata Kunci:
Bettulak, komunikasi simbolik, revitalisasi tradisi, negosiasi budaya, Lombok TengahAbstrak
Ritual Bettulak merupakan tradisi turun-temurun komunitas Lendang Ara di Lombok Tengah, yang kaya akan nilai simbolis dan kebijaksanaan lokal. Setelah vakum selama hampir lima dekade, tradisi ini dihidupkan kembali pada tahun 2023 sebagai respons terhadap ancaman wabah penyakit dan upaya memperkuat identitas budaya. Studi ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolis, proses revitalisasi, dan negosiasi budaya yang terlibat dalam pelaksanaan Bettulak di era modern. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis didasarkan pada teori komunikasi simbolik Mead dan Blumer serta pendekatan komunikasi budaya Geertz dan Carey. Temuan menunjukkan bahwa Bettulak berfungsi sebagai medium komunikasi simbolik yang memperkuat kohesi sosial, mereproduksi nilai-nilai agama dan tradisional, serta menjadi ruang negosiasi antara modernitas dan tradisi. Revitalisasi ritual ini tidak hanya memulihkan praktik budaya tetapi juga membentuk narasi baru tentang keberlanjutan identitas kolektif komunitas Lendang Ara di tengah arus globalisasi. Temuan ini menyoroti pentingnya melestarikan tradisi sebagai strategi komunikasi budaya adaptif yang relevan dengan konteks kontemporer
Referensi
Arifin, M. (2021). Sinkretisme budaya dan agama dalam tradisi lokal di Indonesia. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 4(2), 145–160. https://doi.org/10.24843/jkn.2021.v04.i02.p03
Aris, L. O. (2014). Fungsi ritual Kaago-Ago pada masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture.
Barker, C. (2016). Cultural studies: Theory and practice (5th ed.). Sage Publications.
Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. University of California Press.
Carey, J. W. (1989). Communication as culture: Essays on media and society. Unwin Hyman.
Carey, J. W. (2009). Communication as culture: Essays on media and society (Rev. ed.). Routledge.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Effendy, F., & Sari, N. (2021). Local wisdom in disease prevention: A case study of Sasak community. Journal of Cultural Communication, 12(1), 45–58.
Effendy, M., & Sari, N. (2021). Ritual practices and social cohesion in rural communities. Journal of Local Culture Studies, 12(2), 145–160.
Effendy, N., & Sari, D. P. (2021). Ritual kesehatan tradisional sebagai media komunikasi budaya dalam menghadapi ancaman penyakit. Jurnal Penamas, 16(2), 134–148. https://doi.org/10.31330/penamas.v16i2.346
Fajarini, N. (2021). Tradisi dan identitas budaya dalam perspektif komunikasi. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 8(1), 45–57. https://doi.org/10.22437/jkb.v8i1.17085
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Geroda, A., & Prima, E. (2022). The role of village government in preserving traditional rituals in Lombok. Journal of Regional Development, 8(2), 112–125.
Geroda, A., & Prima, R. (2022). Revitalizing local traditions in the post-pandemic era: A case study from Eastern Indonesia. Indonesian Journal of Cultural Resilience, 8(1), 33–47.
Geroda, G. B., & Prima, A. (2022). Simbol dan makna upacara Hudoq: Analisis komunikasi budaya. Jurnal Penamas, 17(1), 112–126. https://doi.org/10.31330/penamas.v17i1.521
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.
Hall, S. (2013). Cultural identity and diaspora. In J. Rutherford (Ed.), Identity: Community, culture, difference (pp. 222–237). Lawrence & Wishart.
Hobsbawm, E., & Ranger, T. (1983). The invention of tradition. Cambridge University Press.
Kirmayer, L. J. (2012). Cultural competence and evidence-based practice in mental health. Social Science & Medicine, 75(2), 249–256.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Maryani, L., & Putra, H. P. (2021). Tradisi sebagai respon sosial terhadap pandemi COVID-19 di pedesaan. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 9(2), 201–214. https://doi.org/10.29244/jsp.v9i2.35546
Mead, G. H. (1934). Mind, self, and society. University of Chicago Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Nurmalinda. (2025). Symbolic interactionism in ceremonies of ritual medicine in Malay society in Riau Province. Journal of Urban Society’s Arts, 8(2), 98–110.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research and evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.
Prasetyo, A. (2021). Revitalisasi tradisi sebagai media mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. Jurnal Penanggulangan Bencana, 12(1), 55–68. https://doi.org/10.33172/jpb.v12i1.845
Rahim, R., & Mihardja, E. J. (2023). Symbolic communication in the Belian ritual of the Dayak Basap community. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(2), 112–130.
Rahmawati, N., & Latif, M. (2020). Komunikasi simbolik dalam tradisi sedekah bumi masyarakat Jawa. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1), 75–92. https://doi.org/10.15642/jki.2020.10.1.75-92
Rappaport, R. A. (1999). Ritual and religion in the making of humanity. Cambridge University Press.
Rizal, M. (2023). Tradisi penyawek dan perlindungan komunal di Lombok Tengah. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(1), 89–104. https://doi.org/10.7454/ai.v44i1.14926
Saputri, D. (2022). Komunikasi ritual dalam pernikahan adat Rejang. Jurnal Penamas, 17(2), 211–225. https://doi.org/10.31330/penamas.v17i2.53
Saputri, L. (2022). Symbolism and cultural transmission in indigenous rituals. Anthropology and Cultural Heritage Review, 5(3), 201–218.
Saputri, R. (2022). Kearifan lokal dalam menangkal wabah: Analisis simbolik pada tradisi masyarakat pedesaan. Jurnal Komunikasi Budaya, 10(1), 55–70.
Smith, L. (2006). Uses of heritage. Routledge.
Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.
Suhuputhy, A. L. (2021). Harmonisasi agama dan budaya dalam tradisi lokal di Indonesia. Penamas: Jurnal Penelitian Keagamaan dan Masyarakat, 34(2), 189–204.
Sztompka, P. (2004). The sociology of social change. Blackwell Publishing.
Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine Transaction.
UNESCO. (2019). Intangible cultural heritage and sustainable development. UNESCO Publishing.
Wardhani, N. W., & Arditama, E. (2021). Maintaining mysticism in Ngalap Berkah ritual practices as a form of social order preservation. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 23(2), 178–189.
Wulandari, E. T. (2019). Simbolisme ritual tolak bala dalam tradisi masyarakat Lombok. Jurnal Penamas, 32(1), 1–15.
Zulkarnaen, A. (2023). Revitalisasi tradisi sebagai strategi komunikasi budaya. Jurnal Budaya dan Komunikasi, 7(1), 77–92. https://doi.org/10.22146/jbk.v7i1.6342
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Penamas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





