INKLUSIFISME DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTUR: KASUS TIGA KOMUNITAS MUSLIM DI BALI

Authors

  • Fathor Rahman UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31330/penamas.v32i1.300

Keywords:

Kata Kunci: Masjid Ibnu Batutah, Ukhuwah Masjid-Mushala, Kelompok Maiyah, komunitas muslim , keberagamaan yang inklusif

Abstract

Tulisan ini menjelaskan peran komunitas muslim yang hidup di Bali. Sebagai umat agama yang minoritas dan hidup di tengah-tengah tradisi keberagamaan yang didominasi oleh ajaran Hindu, diperlukan peran komunitas yang mampu menciptakan sistem sosial keberagamaan yang inklusif dan dinamis. Dengan mengangkat beberapa komunitas muslim seperti Masjid Ibnu Batutah, Ukhuwah Masjid-Mushala, Kelompok Maiyah yang selama ini cukup berperan penting dalam menggerakkan kegiatan keberagamaan dan melibatkan banyak pihak secara lintas batas (baik keimanan maupun profesi), tulisan ini menganalisis bagaimana peran mereka di tengah kuatnya dominasi tradisi Hindu di Bali, bagaimana cara mereka membangun pola indoktrinasi yang moderat di kalangan intra umat Islam maupun antar umat beragama. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan tehnik pengambilan data melalui wawancara secara mendalam, tulisan ini ingin menunjukkan bahwa peran komunitas seperti Masjid Ibnu Batutah, Ukhuwah Masjid-Mushala, Kelompok Maiyah sangat prospektif sebagai simpul penggerak keberagamaan yang inklusif di Bali. Dengan caranya masing-masing dan pendekatan asosiatif, ketiga komunitas tersebut cukup aktif melibatkan banyak pihak dalam melaksanakan kegiatan keagamaan yang bisa memantik apresiasi dan respon positif dari masyarakat luas terhadap posisi umat muslim yang ada di Bali.

References

Irwan Abdullah, dll Agama dan Kerifan Lokal dalam Tantangan Global (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008)
Amin Abdullah, Studi agama: antara normativitas dan historisitas (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,1996)
Pangeran Sri Naga Puspa “Pemahaman Pemuka Agama Islam Komplek Puja Mandala Terhadap-ayat toleran beragama yang mempengaruhi perilaku toleran umat Islam di sekitarnya: Kajian Living Qur’an di Komplek Peribadatan Puja Mandala, Badung, Bali), Skripsi Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015
Asef Bayat, Post Islamisme (Yogyakarta: LKiS, 2011)
Clifford Geertz, Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa (Jakarta: Komunitas Bambu, 2013)
Nasikun. Sistem Sosial Indonesia. (Jakarta:Rajawalipress, 1992)
Syahrin Harahap, Teologi Kerukunan, (Jakarta: Prenada. 2011)
Faisal Ismail, Dinamika Kerukunan Antarumat Beragama. (Bandung: Rosda karya, 2014)
Mulyadhi Kartanegara, Mengislamkan Nalar: Sebuah Respons terhadap Modernitas (Jakarta: Erlangga, 2007)
Richard C Martin, Approaches to Islam in Religious Studies (USA: university of Arizona press, 1985)
Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln (ed.), Handbooks of Qualitative Research. (London: Sage Publications, 1994)
Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers, 2012

Downloads

Published

2019-06-30

How to Cite

INKLUSIFISME DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTUR: KASUS TIGA KOMUNITAS MUSLIM DI BALI. (2019). Penamas, 32(1), 589-602. https://doi.org/10.31330/penamas.v32i1.300